kata pak presiden kita kepada para TNI (kalau tidak salah jumlahnya sekitar 4 ribu orang) di Gunung Jambe seusai latihan besar, "jadilah TNI yang ditakuti lawan, disegani kawan, dan dicintai rakyat."
suatu kali saya pernah mengikuti seminar tentang wawasan kebangsaan dan bela negara yang diadakan untuk anak-anak SMA di kota yogya. tempatnya di balai kota yogyakarta.
waktu SMP saya sama sekali tidak pernah ikut seminar ataupun acara-acara semacam itu sama sekali, keluar rumah saja paling untuk les (ah dasar anak SMP) jadi saya sangat menunggu kesempatan untuk menyambut event yang menurut-saya-waktu-itu sangat besar dan penting serta akan sangat berkesan karena saya yakin tokoh-tokoh yang ada di sana pastilah yang otaknya sangat kinclong dan pengalamannya luar biasa.
untuk kedua kalinya saya menjejakkan kaki di gedung utama balaikota yogyakarta (yang pertama beberapa bulan lalu saat saya akan berangkat ke denpasar) saya memasuki ruang pertemuan atas yang di desain untuk pertemuan-dialog (kursinya ditata hingga berbentuk segi empat). lantainya dibalut karpet hijau.dan di langit-langitnya tergantung wadah lampu yang besar sekali berisi lampu-lampu kecil berpijar oranye.
wah pikiranku tentang suatu forum yang menakjubkan segera memenuhi kepalaku. rasanya sudah tidak sabar menunggu forum tersebut dibuka.
beberapa detik kemudian dibukalah forum tersebut oleh seorang dan-dim (komandan kodim) yang saya upa namanya. bapak dan-dim tersebut kemudian memperkenalkan dirinya, pertama-tama nama beliau, kemudian jabatan, pengalaman (jam terbang), pernah ditugaskan dimana saja, dll. ini adalah hal pertama yang membuat saya lumayan il-feel (ilang feeling) terhadap acara tersebut, karena saya sendiri menjunjung tinggi pahlawan yang tidak ingin dikenal namanya apalagi jabatan serta jam terbangnya, wah we're not in the same way Pak dan-dim. mungkin perkenalan nama dan tetek bengeknya itu termasuk dalam pemberian-penghargaan kepada bapak sebagai dan-dim tapi...perlukah ?? saya sendiri tidak menghendaki perkenalan yang terlalu endalam, cukup mengetahui bahwa bapak adalah seorang dan-dim itu sudah cukup, saya rasa dari situ saya sudah bisa tahu bahwa bapak punya banyak pengalaman.
hal kedua yang makin membuat saya il-feel adalah dengan diterangkannya materi wawasan kebangsaan tersebut atau disingkat was-bang dengan menggunakan power point dan tanpa bapak dan-dim banyak bicara. padahal seperti kita tahu, power point tersebut hanya ditujukan untuk memperjelas dari penjelasan yang dijelaskan, dan itu tidak berarti bahwa dengan hanya dibacakannya tulisan-tulisan di layar power point itu akan cukup memberikan kami, pendengar, penjelasan yang oke.
hal ketiga yang membuat saya il-feel adalah ditayangkannya contoh video yang merusak bangsa (bapak tersebut mengatakan bahwa video clip atau hal-hal semacam itu sangatlah merusak generasi muda, tapi tetap saja diputar di tengah-tengah forum yang berjudul 'wawasan kebangsaan' ). rasanya saat itu saya ingin berkata pada bapak. "pak, kami (anak muda) ini masih terlalu bodoh untuk disodori hal-hal yang malah membuat kami tak bisa mngendalikan kebodohan kami, mengertilah pak, tidak ada anak muda yang enangkap hal buruk dari video clip Britney Spears."
dan yang membuat saya makin merasa kecewa adalah saat pertanyaan saya tidak dijawab oleh dua narasumber di ruangan tersebut (total ada 3 narasumber), hanya ada satu orang saja yang bisa menangkap inti dari kalimat bertanda tanya yang saya gunakan.
saya jadi merasa pintar.
ternyata bapak-bapak itu tidak sejenius yang saya kira di dalam forum, yah saya kan tidak tahu bagaimana keadaan di lapangannya, saya harap bapak-bapak itu bisa menimbulkan 'cinta ' dari rakyatnya...
seperti kata pak presiden.....
nb: walaupun saya merasa tidak puas sudah mengikuti forum tersebut, saya tetap senang karena di situ saya sempat melihat satu hal yang bagus. hal itu...saat bapak-bapak pelaksana menyetelkan video latihan TNI kepada kami.....wah saya senang sekali, tapi sekali lagi...rasanya itu pilihan yang kurang bijak karena kami, pelajar, masih terlalu bodoh untuk memahami betapa berat dan pentingnya bela negara itu, untuk membuktikannya pada kami rasanya kurang cukup bila hanya memakai video rekaman